Kamis, 10 November 2011

Honda Beat, Klep 26/22 Bikin melesat

Honda BeAT

Klep yang digunakan yaitu isap 26mm dan buang 22mm. Padahal di regulasi tertulis dan membolehkan kalau kelas 130cc open menggunakan klep isap 28mm dan buang 24mm.  .
Pemilihan klep menggunakan batang 4,5mm supaya ringan. Diambil dari kepunyaan Honda CBR 250R. “Batangnya ringan, bikin kerja pegas klep ringan juga,”
Untuk per klep menggunakan buatan Jepang. Dipilih yang warna kuning dengan merek Aktif. Supaya klep bisa terkunci, menggunakan retainer klep dari kepunyaan Yamaha Jupiter. Untuk lubang portingnya sendiri, dibuat sangat ekstrem. “Menggunakan karbu 28mm, makanya lubang depan manifold juga dibuat 28mm, “


Kemudian lubang manifold yang dibuat makin ke dalam mengecil. Karena akan bertemu dengan lubang porting inlet yang mencapai 25mm. Ini yang sebenar- nya dianggap ekstrem itu.

Bayangkan saja, lebar klep isap 26mm. Sementara lubang isap ukurannya 25mm. Dipastikan sitting klep yang menempel di daging kepala silinder hanya 1 mm dibagi 2 jadinya 0,5mm. Sangat tipis sekali. Bisa-bisa dudukan klep ini cepat sekali mendem.

Untuk lubang buangnya juga termasuk ekstrem. Diameter klep buang hanya 22mm. Sementara lubang buangnya mencapai 23mm. Besar lubang daripada klepnya memang.

Piston 54,70 mm
Untuk main di kelas 130 dipastikan harus bore up. untuk itu piston menggunakan piston buatan FIM (Federal Izumi Manufacturing). Piston yang digunakan punya dimater 54,70mm. Aslinya piston ini dipakai untuk Honda Blade yang mau dibore up untuk turun di kelas 125cc MotoPrix atau IndoPrix.

Kalau dipadukan dengan stroke standar BeAT yang 55mm, maka bisa ketahuan kapasitas silindernya sekarang. Yaitu 129,2cc, masih di bawah regulasi yang maksimal 130,9cc.
Dengan spek yang diuraikan diatas bikin Suara mesin terdengar sangat menjerit karena torsi yang dihasilkan lumayan besar.sehingga honda beat melesat

Rabu, 09 November 2011

tips sistem bahan bakar

Banyak Penyebab Mesin Sulit Langsam


Pernah alami rpm mesin enggak langsung langsam saat tutup gas? Pasti menyebalkan. Sebab gasingan mesin tetap tinggi diikuti penurunan rpm lambat sampai kembali langsam.

Muncul dipengaruhi komponen seputar karburator atau dari saluran suplai gas bakarnya. Contohnya tali gas seret atau kondisi ruang bakar berkerak. Tapi, kalau skep lancar dan ruang bakar bersih, coba perhatikan permukaan luar jarum skep dan piston skep. Jika ada bagian yang tergores atau oval, menyebabkan udara luar nyelinap masuk dapur pacu.

Udara yang nyusup dari celah jarum dan skep, menggangu kerja pilot-jet. Apalagi fungsi pilot-jet menyuplai gas bakar ideal saat rpm rendah dan posisi skep dan jarum berada di bawah. Wajar kalau skep atau jarum bocor, putaran mesin lambat saat akan langsam.

Biar afdal, perhatikan sambungan di intake manifold. Jika terjadi kebocoran, udara palsu yang masuk menyebabkan putaran mesin langsam jadi lambat.

Hanya saja gejala itu akan merembet pada persoalan lain. Misalkan akselarasi motor agak tersendat di rpm bawah dan atas, karena gas bakar yang masuk miskin bensin. Lebih parah, motor sulit dihidupkan.

Tips Performance

Kopling Honda Karisma di Honda Blade, Lebih Bertenaga!


Bukan cuma pakai per diafragma, kampas cuman 3 lembar(kiri). Rumah kopling Karisma dongkrak tenaga Blade (Kanan).
Di arena balap, performa Honda Blade bukan cuma andalkan ubahan mesin yang hingga kini masih fokus di seputar komponen kepala silinder. Namun peranti pemindah daya juga harus jadi bahan pertimbangan, mengingat keduanya sama-sama saling bertalian.

Coba bayangkan jika tenaga yang dihasilkan sudah besar. Tapi tidak maksimal tersalur ke roda belakang gara-gara komponen di kopling kurang kuat. Alhasil, banyak tenaga terbuang percuma jika Blade masih andalkan kopling standar yang masih pakai model diafragma.

Tomy Huang mekanik tim Federal Oil KYT Indoparts Powered By BRT, membuat terobosan di kopling Blade. Dia menggunakan rumah kopling motor satu pabrikan yaitu Honda Karisma sebagai pengganti bawaan standar clutch outer comp alias rumah kopling Blade tadi.

Untuk kebutuhan balap, Tomy yang mempercayakan Blade balapnya dibesut Rey Ratukore, mengganti mekanisme kopling Blade yang asalnya pegas diagframa jadi per spiral. Meksipun cara ini sudah banyak dilakukan mekanik balap yang menggunakan Honda.

“Yang masih tetap punya Blade cuma gigi primer-skundernya. Sementara rumah kampas dan pelat berikut tutupnya memang sudah diganti pakai punya Karisma,” cerita Tomy yang buka praktik di Bintang Racing Team Jl. Mayor Oking, No. 102, Cibinong, Bogor.

Adapun perbedaan paling mencolok antara kopling Karisma dibanding Blade asli, selain jumlah kampas yang 5 buah (lebih 2 dari Blade) juga ada pada pegas atau pernya yang sudah  bukan lagi model diafragma. Belum lagi kalau lihat secara detail, kaki pegas yang berjumlah 6, sehingga memiliki daya cengkram lebih bagus. Minim selip.

Memasang rumah kopling Karisma untuk Blade, menurut pembuat CDI BRT  itu lagi, tidak perlua ada ubahan alias tinggal pasang. Itu dikarenakan diameter lubang tengah rumah kopling Karisma masih sama dengan as girboks Blade.

Hanya saja yang mesti atau wajib dilakukan adalah menggabungkan kembali lepasan rumah kopling Karisma dengan gir sekunder Blade yang lebih dulu dipisahkan dengan rumah kopling aslinya.

Custom bak mesin buat dudukan stut kopling
Caranya bisa dinulai dengan melepas dahulu paku keling penghubung kedua komponen ini sebelum disubtitusi. Untuk menggabungkannya sama saja, yaitu tetap menggunakan karet damper asli Karisma agar posisi pemasangannya tetap baik,” wantinya.

Setelah keduanya bergabung, 5 pelat dan kampas kopling yang sudah tersusun siap dimasukkan ke rumah kopling Karisma. Prosesnya juga tetap sama.

Proses berikutnya adalah merombak bak kopling otomatis jadi manual. Caranya bisa dengan mengganti kopling sentrifugal pakai balancer khusus. Begitu juga dengan bak mesin yang harus dicustom sebagai tempat dudukan as pengungkit kampas di rumah kopling Karisma(motorplus-online.com)

Senin, 07 November 2011

fungsi dan penggunaan alat ukur multitester

AVO meter yang dikenal dengan istilah multimeter atau multitester merupakan
alat ukur terintegrasi yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan
(Voltmeter), arus (Amperemeter), dan resistansi (ohmmeter). Dalam AVO meter
pemilihan besaran yang ingin diukur dengan mengatur range selector sesuai
dengan keinginan.
AVO meter mudah rusak terutama oleh penggunaan yang diluar
kemampuannya. Sebelum melakukan pengukuran, batas ukur AVO meter
ditempatkan pada batas ukur paling tinggi dan dapat diturunkan untuk
mendapatkan pembacaan yang baik.

Minggu, 06 November 2011

kontruksi mesin motor honda revo AT

Honda Revo AT

Strategi dan manuver. Rasanya ini idiom yang pas menggambarkan kebijakan PT Astra Honda Motor (AHM) pada tanggal 20 Juli 2010. Pabrikan motor berlambang “kepakan sayap” ini mendaulat diri sebagai produsen motor pertama di Indonesia yang meluncurkan motor bebek bertransmisi otomatis.
Sepeda motor baru Honda ini menggunakan mesin 4-tak 110cc, dengan teknologi EFT (Efficient & Low Friction Technology) yang berfungsi untuk meminimalkan gesekan antar komponen mesin. Selain itu, mesin Honda Revo AT juga dilengkapi dengan teknologi sistem Fuel Injection baru generasi ketiga dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter. Sistem ini disebut membuat kinerja mesin lebih optimal dan tahan lama, konsumsi bahan bakar lebih hemat, serta gas buang yang memenuhi standar Euro2.
Mesin Honda Revo AT mengadopsi sistem pendingin ganda, yaitu pendingin udara untuk CVT (Continuously Variable Transmission) dan pendingin ruang mesin dengan oli sama seperti mesin motor bebek. Sistem ini efektif untuk mengurangi panas dalam mesin, sehingga temperatur tetap stabil terutama macet dan perjalanan jauh. Posisi lubang untuk pendingin udara didesain menghadap ke atas, sehingga mengurangi resiko masuknya air ke dalam ruang mesin saat melintasi banjir.
Pihak AHM sendiri mengklaim berdasarkan pengujian internal yang dilakukan, didapatkan data konsumsi BBM bebek matik ini yakni 57,3 km/liter. Honda Revo AT dalam tiga pilihan warna, yaitu techno black, techno violet, dan techno red, dengan banderol harga Rp 15,8 juta (On the road DKI Jakarta). Ketiga lineup warna yang ditawarkan tersebut dilengkapi dengan satu model velg, yakni cast wheel. 

Cloudns