Rabu, 27 Maret 2013

DASAR MOTOR BAKAR


DASAR MOTOR BAKAR

Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin penggerak yang banyak dipakai
Dengan memanfaatkan energi kalor dari proses pembakaran menjadi energi mekanik.
Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin kalor yang proses pembakarannya terjadi
dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus sebagai
fluida kerjanya. Mesin yang bekerja dengan cara seperti tersebut disebut mesin
pembakaran dalam. Adapun mesin kalor yang cara memperoleh energi dengan proses
pembakaran di luar disebut mesin pembakaran luar. Sebagai contoh mesin uap, dimana
energi kalor diperoleh dari pembakaran luar, kemudian dipindahkan ke fluida kerja melalui
dinding pemisah.
Keuntungan dari mesin pembakaran dalam dibandingkan dengan mesin
pembakaran luar adalah kontruksinya lebih sederhana, tidak memerlukan fluida kerja
yang banyak dan efesiensi totalnya lebih tinggi. Sedangkan mesin pembakaran luar
keuntungannya adalah bahan bakar yang digunakan lebih beragam, mulai dari bahan
bakar padat sampai bahan-bakar gas, sehingga mesin pembakaran luar banyak dipakai
untuk keluaran daya yang besar dengan banan bakar murah. Pembangkit tenaga listrik
banyak menggunakan mesin uap. Untuk kendaran transpot mesin uap tidak banyak
dipakai dengan pertimbangan kontruksinya yang besar dan memerlukan fluida kerja yang
banyak
2.2. Siklus 4 Langkah dan 2 Langkah
A. Siklus 4 langkah
Motor bakar bekerja melalui mekanisme langkah yang terjadi berulang-ulang atau
periodik sehingga menghasilkan putaran pada poros engkol. Sebelum terjadi proses
pembakaran di dalam silinder, campuran udara dan bahan-bakar harus dihisap dulu
dengan langkah hisap [1]. Pada langkah ini, piston bergerak dari TMA menuju TMB, katup
isap terbuka sedangkan katup buang masih tertutup.
Setelah campuran bahan-bakar udara masuk silinder kemudian dikompresi dengan
langkah kompresi [2], yaitu piston bergerak dari TMB menuju TMA, kedua katup isap dan
buang tertutup. Karena dikompresi volume campuran menjadi kecil dengan tekanan dan
temperatur naik, dalam kondisi tersebut campuran bahan-bakar udara sangat mudah
terbakar. Sebelum piston sampai TMA campuran dinyalakan terjadilah proses
pembakaran menjadikan tekanan dan temperatur naik, sementara piston masih naik terus
sampai TMA sehingga tekanan dan temperatur semakin tinggi. Setelah sampai TMA
kemudian torak didorong menuju TMB dengan tekanan yang tinggi, katup isap dan buang
masih tertutup.
Selama piston bergerak menuju dari TMA ke TMB yang merupakan langkah kerja
[3] atau langkah ekspansi. volume gas pembakaran bertambah besar dan tekanan
menjadi turun. Sebelum piston mencapai TMB katup buang dibuka, katup masuk masih
tertutup. Kemudian piston bergerak lagi menuju ke TMA mendesak gas pembakaran
keluar melalui katup buang.
Proses pengeluaran gas pembakaran disebut dengan langkah buang [4]. Setelah
langkah buang selesai siklus dimulai lagi dari langkah isap dan seterusnya. Piston
bergerak dari TMA-TMB-TMA-TMB-TMA membentuk satu siklus. Ada satu langkah
tenaga dengan dua putaran poros engkol. Motor bakar yang bekerja dengan siklus lenkap
tersebut diklasifikasikan masuk golongan motor 4 langkah.
13
Gambar 2.7 Proses kerja mesin 4 langkah Otto dan Disel
B. Siklus 2 langkah
Langkah pertama setelah terjadi pembakaran piston bergerak dari TMA menuju
TMB melakukan ekspansi, lubang buang mulai terbuka. Karena tekanan didalam silinder
lebih besar dari lingkungan, gas pembakaran keluar melalui lubang buang. Piston terus
begerak menuju TMB lubang buang semakin terbuka dan saluran bilas mulai terbuka.
Bersamaan dengan kondisi tersebut tekanan didalam karter mesin lebih besar daripada di
dalam silinder sehingga campuran bahan bakar udara menuju silinder melalui saluran
bilas sambil melakukan pembilasan gas pembakaran. Proses ini disebut pembilasan,
proses ini berhenti pada waktu piston mulai begerak dari TMB menuju TMA dengan
lubang buang dan saluran bilas tertutup.
Langkah kedua setelah proses pembilasan selesai, campuran bahan -bakar masuk
kedalam silinder kemudian dikompresi, posisi piston menuju TMA. Sesaat sebelum piston
sampai di TMA campran bahan-bakar dan udara dinyalakan sehingga terjadi proses
pembakaran. Siklus kembali lagi ke proses awal seperti diuraikan diatas.
Dari uraian diatas terlihat piston melakukan dua kali langkah yaitu dari :
[1] TMA menuju TMB ; proses yang terjadi ekspansi, pembilasan ( pembuangan dan
pengisian)
[2] TMB menuju TMA ; proses yang terjadi kompresi, penyalaan pembakaran

PENGGUNAAN AVO METER / MULTIMETER





PENGGUNAAN AVO METER/ MULTIMETER
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Peserta diklat memiliki kemampuan :
1. Mengetahui fungsi dan kegunaan AVO meter dengan benar
2. Menggunakan AVO meter sesuai prosedur dengan benar
b. Uraian Materi
1) AVO Meter
AVO meter sering disebut multimeter atau multitester, alat ini biasa dipakai
untuk mengukur harga resistansi (tahanan), tegangan AC (Alternating Current),
tegangan DC (Direct Current), dan arus DC. Bagian-bagian AVO meter seperti
ditunjukkan gambar di bawah.
Dari gambar AVO meter dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya :
1. Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw), berfungsi
untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk
dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan
obeng pipih kecil.
2. Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust
Knob), berfungsi untuk mengatur jarum penunjukpada posisi nol. Caranya :
saklar pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead + (merahW dihubungkan ke
test lead – (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan 0  Wdiputar ke
kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan 0 W.3. Saklar pemilih
(Range Selector Switch), berfungsi untukmemilih posisi pengukuran dan batas
ukurannya. AVO meter biasanya terdiri dari empat posisi pengukuran, yaitu :
a. Posisi  W(Ohm) berarti AVO Meter berfungsi sebagai ohmmeter, yang terdiri
dari tiga batas ukur : x 1; x 10;dan K W.
b. Posisi ACV (Volt AC) berarti AVO Meter berfungsi sebagai voltmeter AC yang
terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
c. Posisi DCV (Volt DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai voltmeter DC
yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
d. Posisi DCmA (miliampere DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai mili
amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500. Tetapi ke
empat batas ukur di atas untuk tipe AVO meter yang satu dengan yang lain
batas ukurannya belum tentu sama.
4. Lubang kutub + (V A  WTerminal), berfungsi sebagai tempat masuknya test
lead kutub + yang berwarna merah.
5. Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya
test lead kutub - yang berwarna hitam.
6. Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk memilih
polaritas DC atau AC.
7. Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponen-komponen
AVO meter.
8. Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi sebagai penunjuk
besaran yang diukur.
9. Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
2) Penggunaan AVO Meter
Pertama-tama jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat pada angka
0 pada skala DCmA , DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian kiri (lihat
gambar 2 a), dan untuk skala ohmmeter posisi jarum nol di bagian kanan (lihat
gambar 2 b). Jika belum tepat harus diatur dengan memutar sekrup pengatur
kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan dengan menggunakan
obeng pipih (-) kecil.
Gambar 2. Kedudukan Normal Jarum Penunjuk Meter
a.AVO Meter untuk Mengukur Resistansi
Pengukuran resistansi, diawali dengan pemilihan posisi saklar pemilih AVO
meter pada kedudukan  Wdengan batas ukur x 1.
Test lead merah dan test lead hitam saling dihubungkan dengan tangan kiri,
kemudian tangan kanan mengatur tombol pengatur kedudukan jarum pada
posisi nol pada skala W. Jika jarum penunjuk meter tidak dapat diatur pada
posisi nol, berarti baterainya sudah lemah dan harus diganti dengan DC
materai yang baru. Langkah selanjutnya kedua ujung test lead dihubungkan
pada ujung-ujung resistor yang akan diukur resistansinya. Cara membaca
penunjukan jarum meter sedemikian rupa sehingga mata kita tegak lurus
dengan jarum meter dan tidak terlihat garis bayangan jarum meter. Supaya
ketelitian tinggi kedudukan jarum penunjuk meter berada pada bagian tengah
daerah tahanan. Jika jarum penunjuk meter berada pada bagian kiri
(mendekati maksimum), maka batas ukurnya di ubah dengan memutar saklar
pemilih pada posisi x 10. Selanjutnya dilakukan lagi pengaturan jarum
penunjuk meter pada kedudukan nol, kemudian dilakukan lagi pengukuran
terhadap resistor tersebut dan hasil pengukurannya adalah penunjukan jarum
meter dikalikan 10 W. Apabila dengan batas ukur x 10 jarum penunjuk meter
masih berada di bagian kiri daerah tahanan, maka batas ukurnya diubah lagi
menjadi K  Wdan dilakukan proses yang sama seperti waktu mengganti batas
ukur x 10. Pembacaan
hasilnya pada skala KW, yaitu angka penunjukan jarum meter dikalikan dengan
1 K W
. b) AVO Meter untuk Mengukur Tegangan DC
Pengukuran tegangan DC (misal dari baterai atau power supply DC), diawali
AVO meter diatur pada kedudukan DCV dengan batas ukur yang lebih besar
dari tegangan yang akan diukur. Test lead merah pada kutub (+) AVO meter
dihubungkan ke kutub positip sumber tegangan DC yang akan diukur, dan test
lead hitam pada kutub (-) AVO meter dihubungkan ke kutub negatip (-) dari
sumber tegangan yang akan diukur. Hubungan semacam ini disebut hubungan
paralel.
Untuk mendapatkan ketelitian yang paling tinggi, usahakan jarum penunjuk
meter berada pada kedudukan paling maksimum, caranya dengan
memperkecil batas ukurnya secara bertahap dari 1000 V ke 500 V; 250 V dan
seterusnya.
Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bila jarum sudah didapatkan
kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya diperkecil lagi, karena
dapat merusakkan AVO meter.
c.AVO Meter untuk Mengukur Tegangan AC
Pengukuran tegangan AC dari suatu sumber listrik AC, saklar pemilih AVO
meter diputar pada kedudukan ACV dengan batas ukur yang paling besar misal
1000 V. Kedua test lead AVO meter dihubungkan ke kedua kutub sumber listrik
AC tanpa memandang kutub positif atau negatif. Selanjutnya caranya sama
dengan cara mengukur tegangan DC di atas.
d. AVO Meter Untuk Mengukur Arus DC
Gambar 3. AVO meter untuk Mengukur Arus DC
Pengukuran arus DC dari suatu sumber arus DC, saklar pemilih pada AVO
meter diputar ke posisi DCmA dengan batas ukur 500 mA. Kedua test lead
AVO meter dihubungkan secara seri pada rangkaian sumber DC
(perhatikangambar 3).
Ketelitian paling tinggi didapatkan bila jarum penunjuk AVO meter pada
kedudukan maksimum. Untuk mendapatkan kedudukan maksimum, saklar pilih
diputar setahap demi setahap untuk mengubah batas ukurnya dari 500 mA;
250 mA; dan 0, 25 mA. Yang perlu diperhatikan adalah bila jarum sudah
didapatkan kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya diperkecil lagi,
karena dapat merusakkan AVO meter.
c. Rangkuman
AVO meter yang dikenal dengan istilah multimeter atau multitester merupakan
alat ukur terintegrasi yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan
(Voltmeter), arus (Amperemeter), dan resistansi (ohmmeter). Dalam AVO meter
pemilihan besaran yang ingin diukur dengan mengatur range selector sesuai
dengan keinginan.
AVO meter mudah rusak terutama oleh penggunaan yang diluar
kemampuannya. Sebelum melakukan pengukuran, batas ukur AVO meter
ditempatkan pada batas ukur paling tinggi dan dapat diturunkan untuk
mendapatkan pembacaan yang baik.
d. Tugas
1. Amati AVO meter yang ada, perhatikan batas ukur setiap besaran!
2. Perhatikan keselamatan kerja dalam melakukan pengukuran!
e. Tes Formatif
1. Jelaskan besaran-besaran yang dapat diukur dengan menggunakan AVO
meter!
2. Apakah yang perlu diatur apabila ingin kedudukan jarum penunjuk pada
posisi nol?
f. Kunci Jawaban Formatif
1. Besaran-besaran yang dapat diukur dengan menggunakan AVO meter
adalah tegangan AC, tegangan DC, arus DC, dan resistansi.
2. Untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk digunakan sekrup pengatur
kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw) dan tombol pengatur jarum
penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust Knob).
g. Lembar Kerja
1) Alat dan Bahan
1. AVO meter .......................................................... 1 buah
2. Saklar satu kutub ................................................ 1 buah
3. Power supply DC variabel ................................... 1 buah
4. Variac .................................................................. 1 buah
5. Transformator step down .................................... 1 buah
6. Resistor dengan berbagai macam ukuran hambatan dan daya
7. Batu baterai dengan berbagai macam tegangan
8. Kabel penghubung secukupnya
9. Kotak terminal
2) Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1. Saat merangkai sumber tegangan harus dalam keadaan mati atau saklar
dalam keadaan terbuka
2. Rangkailah dengan teliti sesuai dengan gambar rangkaian.
3. Sumber tegangan pada awalnya diatur pada 0 Volt.
4. Janganlah meletakkan peralatan di tepi meja.
5. Kabel penghubung yang tidak terpakai jangan dekat dengan rangkaian.
3) Langkah Kerja
a) Percobaan Mengukur Hambatan (Range W) menggunakan AVO meter.
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengukur beberapa
resistor dengan berbagai macam hambatan!
2. Sesuaikan batas ukur dengan besar resistor yang akan diukur!
3. Aturlah kedudukan jarum penunjuk pada posisi nol ohm dengan
menghubungkan test lead (+) dan test lead negatif kemudian memutar tombol
pengatur pada kedudukan nol ke kanan atau ke kiri!
4. Ukurlah hambatan tersebut dan masukan hasilnya dalam tabel!
5. Ulangilah langkah 2 sampai 4 untuk resistor dengan nilai yang berbeda!
6. Bandingkan hasilnya antara yang tertera pada body resistor dengan hasil
pengukuran!

Cloudns