Selasa, 10 Desember 2013

PENGETAHUAN TENTANG BAHAN CAMSHAFT



PENGETAHUAN  TENTANG BAHAN CAMSHAFT




Beberapa waktu lalu ada teman yang bertanya mengenai bahan cam yg bagus dari besi apa?
sebetulnya besi apa saja tidak masalah asal berimbang dengan daya tekan per klep dan kecepatan gesek dengan rocker arm.
Contoh kasus saya pernah grinding cam jupiter standar dengan besar pingganya 16mm dan tingginya 24mm dengan spek seperti itu bisa diketahui liftnya adalah 8mm. Naik 2 kali lipat dari lift standarnya yg cuma 3,5mm s/d 4mm.
Untuk mengimbangi lift yg tinggi tersebut per klep diganti milik honda sonic.
cam tersebut bertahan 1 season baru terlihat ada pengikisan, kalau setiap race dihitung motor berjalan 20km dan dalam 1 season ada 20 race maka motor hanya berjalan kurang lebih 400 km.
Untuk performace atau race hal tersebut sudah lebih dari cukup, Jadi dari bahan apa yg bagus sangat tergantung dari kebutuhan dan kegunaan motor itu sendiri, buat kepasar atau buat balapan.Yg susah dan mahal adalah kalau mau dipake balapan sekaligus ke pasar.
untuk mengukur kekerasan material logam biasanya digunakan satuan brinell. noken dan rocker arm dari pabrik biasanya memiliki kekerasan 120 brinell. untuk menahan lift 8mm dan kitiran rata rata 10000 rpm bisa bertahan 400 km . jadi kalau mau bertahan lebih lama harus mencari bahan yg lebih keras tetapi juga tidak keras keras amat.
Saat ini kebanyakan tim balap memilih menambah daging dengan las argon yg rata rata memiliki kekerasan brinell 350 karena dianggap mumpuni menahan lift 9mm. tapi rocker arm dibiarkan memiliki kekerasan brinell 120. tetapi kenyataannya di lapangan bukan hanya rocker arm yg terkikis noken pun tetap cepat habis.
Kenapa bisa begitu karena struktur pengikat karbon di material noken as lasan kurang kuat dibanding jika memakai noken yg memang didesain dengan material yg lebih kuat dari bahan noken standar.
Yg lebih kuat dari noken standar ya stainless yg memiki angka brinell di kisaran 250. Dengan kekerasan yg sedikit lebih tinggi stainles tahan digebuk 9,5mm tanpa dikeraskan dan karena homogenitas bahan yg baik durabilitasnya juga tinggi. Rocker arm pun lumayan tahan alias gak cepet cepet amat kemakannya.ini dia info yang saya tunggu-tunggu…soal durabilitas cam train…
dari dulu saya bertanya-tanya:
apakah kalo camshaft std digerinda apakah titik kontaknya masih sekeras permukaan kontak aslinya?
karena biasanya hardening camshaft itu hanya terjadi di permukaan dan kalau digerinda bisa hilang? benarkah?
kalo iya hilang berarti harus hardening lagi? cryogenic? tempering?
Coba dijawab ya :
kalau cam standar pabrik digrinding dengan benar maka titik kontaknya masih sekeras aslinya.
Yg bikin cepat aus adalah cara grinding yg salah;
sebagai informasi pembanding : pernah liat atraksi orang tidur di atas kasur paku ? tidak masalah karena seluruh bobot orang terbagi rata di ribuan paku, dan pernah bayangin kalau dia cuma tidur di atas 10 paku saja pasti tembus karena berat bobot yg sama hanya ditahan oleh 10 paku.
Bobot tekanan per klep yg semestinya bertumpu pada bidang rocker arm secara rata malah hanya tertumpu pada beberapa titik saja hingga mengikis rocker arm tidak merata dan berlaku sebaliknya rocker arm yg tidak rata mengikis cam standar tadi dan begitu seterusnya.
Grinding yg benar biasanya memakai batu grinding yg memiliki kerapatan tinggi min a100 dan memang khusus untuk cam shaft. Dengan cara yg tepat dan alat yg tepat cam standar cukup kuat menahan lift hingga 8mm.
Hardening berlaku keseluruhan object besi tetapi memang pengerasan berlaku ke luar atau titik terluar selalu lebih keras karena proses penurunan suhu terjadi lebih cepat di luar daripada di bag dalam object besi. Penurunan suhu yg lebih drastis membuat proses pembentukan karbon lebih mudah terjadi.
Kalau pengerasan hanya di bag luar saja namanya surfacing seperti halnya proses chrom, kombinasi keduanya dinamakan carburizing.
yang paling bagus carburizing , tetapi paling mahal dan paling lama prosesnya , dan biasanya sih cuma dipakai untuk pedang, keris, samurai yg mahal.

Tidak ada komentar:

Cloudns